Pencuri Cinta dari Utara

Senin, 26 April 2010


Negeri Anitya hari ini berduka, deru tangis menghiasi seisi negeri. Berjuta tisu seolah tak kuasa menghapus uraian air mata yang mengalir bak rinai hujan, kala terlepas dari kemarau yang kejam. Betapa tidak sang Pangeran pujaan hati berjuta rakyatnya kini telah kehilangan sang permaisuri yang raib seolah ditelan angkara bumi.

Hari itu tatkala dua negeri indah Anitya dan negeri candrasengkala akan dipersatukan oleh pernikahan dua orang pujaan hati rakyatnya. Setelah beratus tahun negeri itu dileraikan oleh perang tak berujung. Kini, dengan kekuatan cinta negeri itu akan bersatu. Tentu saja raut kedamaian dan puja bahagia kan mengisi setiap tatap mata kedua rakyat negeri itu.

Namun sang dewa perang yang kejam berduka dan tak ingin sesuatu yang dicintainya pergi lenyap. Maka dia tugaskan sang putra yang berparas tampan, berpikir cerdas bagai dewa pecipta, bertutur kata sempurna bak dewa cinta. Rajawali Mayapada ia dikenal kini bertugas untuk menghancurkan pernikahan itu.

Dengan segala cara ia mendekat dan mencoba menjamah hati sang putri. Namun kesetian sang putri takkan tergoyah oleh paras dan tutur indah sang pencuri cinta. Dalam penyamarannya yang mengaku sebagai teman dari pangeran negeri Anitya. Perlahan tapi pasti dia bisa menyelami hati sang putri yang tebuat dari berlian indah namun tak pernah terjamah oleh kelembutan sang penempa hati yang membuat berlian itu seolah merasa kian bersinar. Kini mereka kian dekat, empati, puja puji dan kasih tiada bertepi membuat hati sang putri mulai meluluh. Setelah sepi ditinggal sang pangeran berburu mahar untuk pernikahan.

Namun nurani sang putri berkata dia takkan berkhianat. Akhirnya sang pencuri cinta ingin mneyerah. Hingga akal licik datang dan berpura pura membawa kabar bahwa sang pangeran telah sakit di negeri seberang. Dengan tawaran yang meyakinkan akhirnya dia mengantar sang putri.

Dan pulanglah sang pangeran dan menjadi murka karena mendapati surat yang bertulis kan untaian kata menyakitkan dari sang putri. Bahwa ia harus pergi bersama cintanya yang sesungguhnya. Dan, tentu saja itu adalah tulisan dari rajawali mayapada.

Dan kini sang putri yangtak kunjung bertemu sang pangeran yang dikabarkan telah meninggal dan menghilang ditelan lautan ganas. Harus meratapi nasibnya dipuncak gunung derita. Sungguh teramat kejam laku rajwali mayapada.

Negeri Anitya yang murka kini kembali menyerang negeri candrasengkala. Dan perang kejam itu kembali berkobar. Kini dewa perang dan rajawali mayapada tersenyum bangga akan kelicikan mereka.