
Deru angin salju bertiup membawa sebuah daun menari nari berliuk liuk mengikuti hembusannya. Dan di tengah-tengah badai salju tampak seseorang berlutut seakan memohon kepada sang dewa. Teriakan demi teriakan maaf dia coba haturkan namun sang penguasa tak juga bergeming. Seolah pendosa itu tak layak untuk mendapatkan ampunannya.
Ya dialah sang api.... seorang yang diberikan anugerah untuk menghangatkan bumi, seorang yang diberi kekuatan untuk menerangi sang malam, dan kekuasaan untuk membakar dan menghancurkan apapun yang dia ingin lahap.
Sang api yang diberi amanat untuk membantu manusia tampaknya kini terkulai lemah tak berdaya. kini matanya kembali terbayang akan kobaran api api yang ia buat telah menghanguskan ratusan negara dan menghanguskan ratusan wanita dan anak-anak.
Dan sang dewa yang murka mencabut kemampuannya dan mengalihkan ke dewa yang lain yang memiliki keseimbangan dan kebijakan. Dan kini sang api terkulai lemah kedinginan di tengah gurun salju....
Namun sang dewa penguasa juga tak tega melihat sang api mati perlahan. Akhirnya dia mengampuni sang api dengan syarat ia harus menghangatkan hati manusia yang dingin dan membeku dan memberikan kedamaian dan ketenangan disetiap hati manusia. lalu sang api pun dikirim ke sebuah negara bernama China disana ia menjadi biksu yang kemudian terkenal karena kasih dan kemampuannya membuat setiap orang berbahagia.
0 komentar:
Posting Komentar